|

Walaupun belum resmi meluncurkan Prius Generasi-3, salah satu produk mobil kebanggaan Toyota saat ini, dan telah menjadi ikon hibrida dunia, sejak akhir Mei, PT Toyota Astra Motor (TAM) gencar menyosialisasikan mobil tersebut kepada berbagai kalangan.
Tak hanya buat internal mereka, termasuk jaringan pemasarannya, yaitu Auto2000, TAM juga telah memperkenalkan berbagai kelebihan dan fitur Prius Generasi-3 yang akan dipasarkannya di Indonesia kepada wartawan dua bulan lalu.
Terakhir, ketika memberikan lokakarya tentang mobil hibrida dan kesempatan mencoba Prius Generasi-2 kepada komunitas Toyota, Sabtu kemarin di Ancol, pihak TAM mengaku juga telah mengadakan program yang sama buat mahasiswa. “Kita sudah tidak lagi mengadakan seminar mobil hibrida kepada mahasiswa,” ujar Iwan Abdurachman, dari Bagian Training PT TAM. Khusus untuk komunitas Toyota, diikuti sampai 120 orang.
Menurut TAM, sosialisasi mobil hibrida, spesial Prius, juga akan diselenggarakan untuk polisi, petugas derek, dan lembaga lain yang berhubungan dengan lalu lintas dan kendaraan bermotor. Hal tersebut dilakukan karena teknologi yang diusung Prius berbeda dengan mobil yang berpenggerak konvensional. “Dengan demikian, bila ada masalah di jalanan, petugas bisa menanganinya dengan benar,” ujar Rouli S Sijabat dari Humas TAM.
Isu Tentang Pemanasan Global Mereka juga menjelaskan target Toyota bersama Prius. “Tujuan utamanya adalah mengurangi polusi dan pemanasan global yang makin mengkhawatirkan. Di samping itu, mengurangi ketergantungan pada sumber bahan bakar konvensional, minyak tambang atau fosil. Caranya, mengurangi konsumsi bahan bakar atau membuat kerja mesin dan mobil lebih efisien dalam mengonversi energi,” ungkap Iwan saat menyampaikan lokakarya Prius kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.
Usaha keras terus dilakukan TAM mengampanyekan atau membujuk konsumen Indonesia membeli Prius. Pasalnya, mobil yang dikategorikan pada kompak “atas” ini, harganya termasuk mahal. Karena itu pula, Presdir TAM Johnny Darmawan berharap, khusus untuk mobil ramah lingkungan, seperti Prius, Pemerintah Indonesia bisa melakukan cara yang ditempuh Jepang dan negara-negara Eropa, yaitu mengurangi pajaknya. Menunggu Incentif “Kalau pemerintah mau memberikan insentif, harga Prius makin kompetitif dan konsumen makin banyak yang membelinya. Ini sangat membantu untuk mengurangi polusi yang makin mengkhawatirkan," harap Johnny bila berbicara tentang Prius dengan wartawan.
Sebenarnya, Prius jadi mahal karena pajak dan diimpor langsung dari Jepang (CBU), teknologinya juga lebih canggih. Produksinya juga belum semassal mobil yang mengandalkan sumber penggerak konvensional, yaitu motor bakar. Cara Kerja Dengan menggunakan dua sumber penggerak, yaitu motor bakar yang juga dirancang secara khusus (bekerja dengan siklus Atkinson), plus motor listrik (ada dua, salah satu berfungsi ganda, motor dan generator), baterai khusus dan kelengkapan lainnya, jumlah komponen Prius lebih banyak. Sistemnya juga lebih rumit. Di samping itu, khusus sistem kelistrikan diperlukan penanganan khusus. Karena itulah, TAM merasa perlu mensosialisasikannya. Dengan demikian, selain kampanye lingkungan melalui Prius, juga membuat teknologinya makin dikenal dan dekat dengan masyarakat berbagai kalangan. (sumber kompas)
|